lenalah didakap aku
aku sudi memelukmu
sembahkan senyum kamu
aku ingin menatapnya
kerana senyum dan jiwa kamu itu penawar aku
kala aku jatuh dan luka hati
saat aku parah di dunia sendiri
di waktu aku tertanya apalah nilainya nyawa
andai dibawah langit biru pun aku rasa kelam
jika dipancar mega hangat pun aku tidak perit
dan seluruh rasa itu mati
rataplah didepan aku
masih aku mahu mengelus pipimu
yang lembut dan cerah itu
yang tak pernah membawa bosan didada aku
tuhan sudah ciptakan kita
engkau syurgaku
dan aku pari-parimu
meski jatuh
meski sungkur
tetap,dua jiwa kita satu.
No comments:
Post a Comment