tersungkur aku di jalanan duka
lorong lorong cinta yang gelap
teraba aku mencari bahagia
namun yang terjumpa tak seindah damba
ingin aku mamah secebis cinta
dan menghirup setitis rindunya
namun tak kesampaian hasrat jiwaku
kerna yang terlempar kearahku
hanya hempedu duka
engkau yang mendatangiku
mendukung aku dan mengusap ubunku
mengucup lembut pipiku
dan cintamu
jauh berenang ke dasar hatiku
engkau yang menghampiriku
tak memandangku dengan sebelah mata
tak mengukur aku dari paras rupa
tak jua menilai aku dari harta
sudi menghulur segunung kasihnya
terima kasih wahai sang pencinta
kau tarik aku keluar dari neraka
kau beri aku lebih dari cinta
kau tuntun aku ke jalan bahagia
kau bisikkan aku kata yang tulus
akanku ingat selagi nyawa bersatu jasad
akanku sembahkan kasih sedalam dalamnya
engkau dan hatiku..
satu cinta pun terlahir
No comments:
Post a Comment