air yang menitis di jurai rambut kamu
mengalir di setiap liku tubuh
merentas selaju darah
mencapai melekap di dada tanah
malam yang pekat melindung kita
walau basah setiap perca
itu waktu penentu segala
adakah jiwa,adakah cinta
semoga engkau masih sihat
untuk mengungkap dan lihat kembali malam itu
untuk kau rasakan kembali yang mengujakan itu
seolah kau lihat kembali ke mata aku
di malam pekat basah itu,
masih ingatkah;
kali terakhirnya kau cium pipi aku,
dan kali pertama aku rasa sakitnya ucap tinggal itu.
mengalir di setiap liku tubuh
merentas selaju darah
mencapai melekap di dada tanah
malam yang pekat melindung kita
walau basah setiap perca
itu waktu penentu segala
adakah jiwa,adakah cinta
semoga engkau masih sihat
untuk mengungkap dan lihat kembali malam itu
untuk kau rasakan kembali yang mengujakan itu
seolah kau lihat kembali ke mata aku
di malam pekat basah itu,
masih ingatkah;
kali terakhirnya kau cium pipi aku,
dan kali pertama aku rasa sakitnya ucap tinggal itu.
No comments:
Post a Comment