jerih hati aku
melihat sekujur kau berjalan disana
pedih jiwa aku
mendengar gemersik alunan suara kau terngiang selalu
seringkali terdetik
mungkinkah suatu hari nanti?
saat angin menyapa pipi setelah kau melewati bahu ini
biarpun sebelah matapun tak kau hantarkan kewajah sepi aku
aku dapat rasa
aku dapat sentuh
aku dapat lihat
aku dapat dengar
segalanya tentang kau
walau tidak aku tahu siapa yang bersuara
walau tidak aku tahu siapa yang membawa
sudah,
aku letih.
sudah,
aku jerih.
sudah,
aku lelah.
hey kau yang di sana.
aku cinta kamu!
jerit sang hati.
No comments:
Post a Comment